KLI,Tangerang - Kabel listrik memiliki berbagai spesifikasi yang dirancang untuk kebutuhan instalasi dan tingkat keamanan yang berbeda. Salah satunya adalah kabel yang memiliki kemampuan menghadapi kondisi kebakaran.
Di pasaran, kita dapat menemukan istilah Fire Resistance Cable dan Flame Retardant Cable. Keduanya sering kali sama-sama disebut sebagai kabel “tahan api”. Bahkan, keduanya dapat menggunakan singkatan FRC, sehingga tidak jarang menimbulkan kebingungan.
Padahal, Fire Resistance dan Flame Retardant memiliki fungsi yang berbeda.
Secara sederhana:
- Fire Resistance Cable dirancang agar tetap mampu mempertahankan fungsi penghantaran listrik selama periode tertentu ketika terkena api.
- Flame Retardant Cable dirancang untuk menghambat penyebaran api di sepanjang kabel ketika terjadi kebakaran.
Jadi, perbedaannya bukan hanya pada kemampuan kabel menghadapi api, tetapi juga pada fungsi yang ingin dipertahankan ketika kebakaran terjadi.
1. Apa Itu Fire Resistance Cable?
Fire Resistance Cable merupakan kabel yang dirancang untuk tetap mempertahankan kemampuan menghantarkan listrik selama waktu tertentu ketika terjadi kebakaran. Artinya, ketika terjadi kebakaran dan kabel terkena panas atau api, kabel jenis ini diharapkan tidak langsung kehilangan fungsi kelistrikannya. Kemampuan tersebut sangat penting pada instalasi yang membutuhkan pasokan listrik tetap berjalan selama kondisi darurat.
Apa yang membuat Fire Resistance Cable berbeda?
Salah satu material yang umum digunakan pada konstruksi kabel fire resistant adalah MICA tape.
MICA merupakan material mineral yang memiliki ketahanan terhadap temperatur tinggi. Dalam konstruksi kabel tertentu, lapisan MICA ditempatkan sebagai bagian dari sistem isolasi untuk membantu mempertahankan integritas listrik ketika lapisan luar kabel telah mengalami kerusakan akibat panas atau api.
Ketika terjadi kebakaran, lapisan luar kabel dapat terbakar atau mengalami kerusakan. Namun, lapisan pelindung tertentu pada kabel fire resistant membantu menjaga agar konduktor dan sistem isolasinya tetap terpisah, sehingga risiko terjadinya hubungan singkat (short circuit) dapat dikurangi selama periode ketahanan api yang ditentukan.
Untuk material isolasi, kabel fire resistant dapat menggunakan material seperti XLPE atau LSHF/LSZH, tergantung konstruksi dan standar kabel yang digunakan.
Contohnya pada sistem :
- Fire alarm
- Emergency lighting
- Pompa kebakaran
- Sistem evakuasi
- Sistem komunikasi darurat
- Peralatan keselamatan gedung
- Sistem kontrol tertentu yang harus tetap beroperasi saat kebakaran
2. Apa Itu Flame Retardant Cable?
Berbeda dengan Fire Resistance Cable, Flame Retardant Cable lebih berfokus pada pengendalian penyebaran api. Ketika kabel terkena sumber api, material yang digunakan pada konstruksi kabel dirancang agar api tidak mudah merambat sepanjang permukaan kabel. Bayangkan terdapat satu titik kabel yang terbakar. Pada kabel dengan karakteristik flame retardant, konstruksinya membantu membatasi penyebaran api sehingga api tidak dengan mudah menjalar mengikuti jalur kabel ke area lain.
Hal ini menjadi penting terutama pada instalasi dengan jumlah kabel yang banyak dan jalur kabel yang panjang, seperti:
- Gedung perkantoran
- Rumah sakit
- Pusat perbelanjaan
- Hotel
- Area industri
- Terowongan
- Ruang utilitas
- Cable tray dan cable ladder
Kemampuan flame retardant sangat berkaitan dengan material yang digunakan pada insulasi maupun sheath/jacket kabel.
Beberapa material yang dapat digunakan dalam konstruksi kabel antara lain:
- PVC
- XLPE
- PE
- LSZH/LSHF
- Material khusus flame-retardant lainnya
Namun, tidak semua kabel dengan material tersebut otomatis memiliki karakteristik flame retardant yang sama. Performanya tetap bergantung pada formulasi material, konstruksi kabel, serta standar pengujian yang dipenuhi.
Pada kabel dengan karakteristik flame retardant, material dirancang untuk membantu:
- Menghambat penyebaran api.
- Membatasi perkembangan api di sepanjang kabel.
- Mengurangi potensi kabel menjadi media penyebaran kebakaran.
- Pada jenis tertentu, menghasilkan asap yang lebih rendah ketika terbakar.
- Pada jenis tertentu, mengurangi emisi gas korosif atau gas berbahaya.
Perlu diperhatikan bahwa Flame Retardant tidak berarti kabel tidak dapat terbakar sama sekali. Istilah tersebut lebih tepat dipahami sebagai kemampuan kabel untuk menghambat atau membatasi propagasi api.
.png)

0 Komentar